HeadlineNews

Bersiap Menuju Normal Baru

0

Jokoway ― Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah terus mengkaji rencana penerapan tatanan normal baru atau new normal. Skenario ini direncanakan akan diterapkan pada sejumlah daerah di mana tingkat penularan Covid-19 dinyatakan rendah.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pandemi telah mengakibatkan perekonomian Indonesia mengalami pelemahan. Karena itulah, melalui kebijakan new normal, ikhtiar untuk kembali menumbuhkan perekonomian secara nasional, berusaha dilakukan.

Melalui cara inilah strategi dua langkah diwujudkan: beradaptasi secara terbatas terhadap situasi pandemi, namun aktivitas ekonomi rakyat tetap dapat berjalan bertahap,

Tentu tidak semua daerah bisa menerapkan kebijakan new normal ini. Penerapan hanya dapat dilakukan apabila tingkat potensi infeksi virus berada di bawah dari angka 1.

Di samping itu, penerapan kebijakan juga sangat bergantung pada pemerintah daerah setempat dengan melihat perkembangan pandemi, serta harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksanaan kebijakan ini sesungguhnya justru mensyaratkan ketatnya kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Jika, misalnya, gelombang kedua (second wave) penularan virus ini terjadi, maka aktivitas new normal bisa kembali dihentikan.

Atas dasar itulah, pemerintah menempatkan aparat TNI dan Polri untuk menjaga kedisiplinan masyarakat, terutama di tempat-tempat publik yang penuh dengan keramaian.

Untuk menerapkan fase kenormalan baru ini, sejumlah kementerian telah melansir surat edaran kepada pihak-pihak terkait. Kementerian Perdagangan, contohnya, telah mengatur protokol kesehatan untuk menggerakkan kembali berbagai pusat perdagangan masyarakat.

Tentu kita semua berharap, rencana pelaksanaan kebijakan ini dapat berjalan lancar sehingga benar-benar mampu melindungi dan meningkatkan kembali kesejahteraan rakyat Indonesia. (NUR)

Pertashop, Peluang Kemitraan Bisnis di Pedesaan

Previous article

Jokowi: Pancasila Bintang Penjuru Persatuan dan Daya Juang Indonesia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline