HeadlineNews

Dentuman Meriam dan Kumandang Indonesia Raya Sambut Jokowi di Uni Emirat Arab

0

Jokoway ― Tiba di Uni Emirat Arab Minggu (12/1) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut dengan begitu ramah dan meriah oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan.

Penyambutan resmi kenegaraan diberikan kepada Jokowi dengan penuh gegap-gempita. Tak cuma upacara, Jokowi pun disambut dentuman meriam 21 kali, juga kumandang lagu Indonesia Raya.

Di negeri tersebut, Jokowi juga disambut oleh bocah-bocah kecil yang mengibarkan bendera kedua negara. Wajah Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed yang berjalan beriringan terlihat begitu semringah.

Putra Mahkota menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Jokowi dan delegasi Indonesia. “Selamat datang di rumah kedua,” kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Ia pun mengungkapkan kesan yang mendalam atas sambutan kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu.

“Bahkan kami meniru apa yang dilakukan di Indonesia, di sini juga kita bertemu dengan anak-anak yang membawa bendera Uni Emirat Arab dan Indonesia,” ungkap Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Di Abu Dhabi kedua pemimpin negara ini juga menggelar pertemuan bilateral. Hasilnya, lahir lima perjanjian kerja sama antarpemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme. Selain itu, ada 11 perjanjian bisnis di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Perkiraan nilai investasi dalam perjanjian ini sebesar US$ 22,89 miliar atau sekitar Rp 314,9 triliun.

Jokowi pun menyampaikan Indonesia ingin menjadikan UEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran. (MET)

Jokowi ke Abu Dhabi, Indonesia – Uni Emirat Arab Sepakati 16 Perjanjian Kerja Sama

Previous article

Jokowi Tetapkan Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Baru

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline