Analisis

Dukungan Gusdurian Jadi Energi Bagi Jokowi

0

Teka-teki ke mana arah dukungan Keluarga Presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur terjawab sudah. Putri sulung Gus Dur, Yenny Wahid, akhirnya menyatakan mendukung pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) di Pilpres 2019. Dengan demikian, para Gusdurian–sebutan untuk pengagum Gus Dur, hampir pasti semuanya bakal mendukung pasangan nomor urut 01 tersebut.

Dukungan energi para Gusdurian ini penting bagi kubu Jokowi. Sebab jumlah mereka tidak sedikit. Gusdurian menjadi semacam gerakan massif di Indonesia. Mereka menyebar ke pelosok Nusantara. Di jagat maya pun penetrasi mereka tidak kecil. Mereka seperti virus penyebar toleransi, menyuarakan keadilan, HAM dan mendukung kelompok marjinal.

Pertumbuhan gerakan Gusdurian ini juga cepat sekali. Mereka melejit melintasi semua generasi; tua, muda, laki-laki maupun perempuan. Pendukungnya juga menyebar di semua suku; enggak hanya Jawa, dari Aceh sampai Papua. Gerakannya juga diterima kelompok lintas iman; artinya bukan dari kalangan Muslim saja, tapi Nasrani, Hindu, Budha sampai Konghucu.

Salah satu tokoh kuat di gerakan ini adalah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Kemudian jaringan kiai kultural di pelosok daerah Nusantara. Bahkan seorang komedian yang juga Komika kondang tanah air, Cak Lontong, dalam sebuah kesempatan mengaku sebagai suporter NU dan seorang Gusdurian.

Gusdurian, menurut Yenny, adalah mereka yang bisa menghadirkan keadilan sosial dengan memperjuangkan kebutuhan dasar bagi mereka yang jarang tersapa. “Oleh karena itu, dengan mengucap bismillah, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismillah Presiden Jokowi akan kembali memimpin negeri ini,” tutur Yenny, 26 September 2018 (detik.com).

Dukungan Gusdurian kepada Jokowi-Ma’ruf, ini bagi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Abdul Kadir Karding, akan menambah kekuatan dan memberi energi pemenangan baru bagi tim. Kelompok Gusdurian itu, menurutnya, memiliki jaringan yang kuat dan pengikut yang besar. Mereka menjadi influencer di tengah-tengah masyarakat yang mulai diserang gerakan intoleransi saat ini.

Dukungan tersebut juga menjadi bukti kalau Presiden Jokowi selama ini memiliki kesamaan perjuangan dan cita-cita dengan Gus Dur. Namun, apakah Yenny bakal masuk ke dalam tim sukses? Karding menyerahkan keputusan kepada Yenny Wahid sendiri. “Kembali kepada beliau (Yenny) nyaman bekerja atau bergerak di mana, itu yang terpenting,” ujarnya.

Gerakan para Gusdurian memang menjadi magnet bagi kedua pasangan capres dan cawapres. Jokowi dan M’ruf bergiliran berkunjung ke Ciganjur, menemui Sinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Gus Dur. Begitu juga dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno. Namun seperti kata Yenny, garis gerakan Gus Dur agaknya lebih dekat dengan Jokowi-Ma’ruf.

Apalagi, Ma’ruf Amin merupakan kiai NU–organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ia eks Rais Aam PBNU. Sehingga, akan menjadi tidak masuk akal kalau Yenny malah mendukung pasangan Prabowo-Sandi, bukan tokoh yang berasal dari organisasi yang dibesarkan leluhurnya.

Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Hariyadi, mengatakan deklarasi dukungan Yenny yang merepresentasikan Gusdurian tersebut bakal memberikan efek elektoral besar di Jawa Timur. Mengingat, provinsi paling timur Pulau Jawa itu selama ini menjadi basis kultural gerakan Nahdlatul Ulama.

Analisis Haryadi seperti ini: Pertama, GusDurian di Jawa Timur mayoritas adalah elemen NU. Banyak masyarakat Jawa Timur yang non NU juga sejalan dengan pikiran Presiden RI ke 4 yang sangat multikultural tersebut. Bahkan Gus Dur yang bergelar Bapak Bangsa dan seorang humanist itu memiliki tempat khusus bagi warga Jawa Timur.

“Non muslim, dan dari yang bukan NU banyak yang juga mendukung Gus Dur laantaran pemikiran beliau yang dekat dengan multikultural,” kata Hariyadi, 26 September 2018 (Tribunjatim.com).

Mereka, para pendukung Gus Dur yang di luar NU, menurut Hariyadi menjadi sekmen khusus yang juga tidak bisa dibilang sedikit secara jumlah. Tidak hanya itu, dia melanjutkan dukungan Gusdurian juga akan memberikan efek elektoral dari generasi muda. Ingat, kata dia, banyak anak-anak muda di pesantren yang sangat mengidolakan Gus Dur. Mereka disebut sebagai Gusdurian Muda.

Meskipun para Gusdurian Muda ini jarang mengadakan pertemuan yang intens secara offline, namun bisa jadi jaringan media sosial bakal benar-benar dimanfaatkan untuk menggalang dukungan. “Kalau GusDurian di Jawa Timur benar-benar terkonsolidasi, maka di atas kertas Pilpres di Jatim sudah selesai, pemenangnya nomor urut 01,” katanya.

Aksi-aksi Luar Biasa Presiden Joko Widodo (1)

Previous article

Jokowi Lebih Religius Dibanding Prabowo

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Analisis