Headline

Erick Thohir Integrasikan RS BUMN

0

Jokoway ― Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mulai mengintegrasikan rumah sakit BUMN. Langkah pengintegrasian itu ditandai dengan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersedia mengalihkan kepemilikan saham di rumah sakit yang dikelolanya kepada holding rumah sakit BUMN, PT Pertamina Bina Medika IHC atau Pertamedika IHC.

Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA) antara kedua belah pihak.

Menurut Erick Thohir, melalui integrasi ini, nantinya RS BUMN akan berfokus membangun kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya sebagai pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia.

“Secara konsolidasi grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha hingga mencapai Rp 4,5 triliun dan total aset mendekati Rp 5 triliun,” kata Erick, Selasa (30/6).

Sementara Direktur Utama Pertamedika IHC, Fathema Djan Rahmat menerangkan, konsolidasi rumah sakit milik BUMN merupakan sinergi untuk membangun fondasi yang kuat dalam holding RS.

“Kami berkomitmen menyelesaikan fase selanjutnya dalam waktu dekat ini, sehingga nanti Indonesia Healthcare Corporation akan menjadi rumah sakit jaringan terbesar di Indonesia,” katanya.

Selain itu, melalui proses konsolidasi ini maka akan menciptakan peluang besar pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dari healthcare industry sector.

Sejauh ini, terang dia, telah dipetakan beberapa strategi untuk pengembangan grup IHC ke depan yakni melakukan peningkatan pelayanan, operasional, inovasi teknologi dan keseluruhan value chain.

Ada sejumlah inisitatif yang dipersiapkan untuk mendukung strategi tersebut, antara lain meningkatkan efisiensi untuk pengadaan obat dan alat kesehatan, digitalisasi, pengembangan laboratorium dan klinik.

Adapun tujuh perusahaan yang telah menandatangani CSPA antara lain:

1. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika.

2. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan.

3. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra.

4. PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama.

5. PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika.

6. PT Perkebunan Nusantara XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika.

7. PT Timah Tbk (TINS) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah.

Melalui langkah ini, jumlah rumah sakit yang akan dikelola dalam grup IHC akan meningkat dari sebelumnya 14 rumah sakit, menjadi 35 rumah sakit.

Nantinya jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan selesainya implementasi roadmap Holding RS BUMN. (NUR)

Di Batang, Lokasi Relokasi Perusahaan Multinasional Dipersiapkan

Previous article

Mereka yang Akan Merelokasi Usaha ke Batang

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline