News

Jakarta Tak Menang Penghargaan Normal Baru

0

Jokoway ― Dinilai mampu berinovasi dalam menerapkan tatanan normal baru alias new normal di tujuh sektor, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengganjar penghargaan kepada 49 daerah. DKI Jakarta tak masuk dalam daftar pemenang penghargaan yang dilansir Senin (22/6) ini.

Sebanyak 49 daerah yang memenangkan inovasi penerapan tatanan normal baru itu terbagi menjadi empat klaster, yakni provinsi, kota, kabupaten, dan kabupaten tertinggal.

Terdapat 10 daerah di sektor provinsi yang memenangkan penghargaan, antara lain Bali, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Timur, Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah.

Di klaster kota, ada 13 daerah yang memenangkan penghargaan antara lain Bogor, Semarang, Palembang, Sukabumi, Tangerang, Jambi, Pekanbaru. Lalu, Surabaya, Bekasi, Bandung, Pare-pare, Bengkulu, dan Banda Aceh.

Sedangkan di klaster kabupaten, ada 14 daerah yang memenangkan penghargaan, antara lain Banyumas, Lumajang, Semarang, Aceh Tamiang, Kebumen, Tulungagung. Kemudian, Trenggalek, Tabalong, Sintang, Sinjai, Situbondo, Gunung Kidul, Tegal, dan Tapanuli Utara.

Dan di klaster kabupaten tertinggal, terdapat 12 daerah yang mendapatkan penghargaan, antara lain Lembata, Seram Bagian Barat, Pesisir Barat, Belu, Nias, Sumba Barat Daya. Ada pula Sumba Barat, Tojo Una-una, Sigi, Rote Ndao, Jayawijaya, Kepulauan Sula.

Sementara penghargaan inovasi dalam penerapan tatanan normal baru diberikan untuk tujuh sektor yang akan dibuka ketika penerapan tatanan normal baru. Tujuh sektor tersebut, meliputi pasar rakyat atau pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, tempat wisata, PTSP, dan transportasi umum.

Menurut Mendagri Tito Karnavian, penghargaan ini digelar untuk menyosialisasikan penerapan tatanan normal baru ke berbagai daerah. Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat bisa tetap produktif namun juga aman dari penularan Covid-19.

Ditegaskan mantan Kapolri ini, adaptasi terhadap Covid-19 adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari.

Tentang DKI Jakarta yang tak turut meraih penghargaan tersebut, disebutkan Tito, Pemprov DKI dinilai belum cukup melakukan sosialisasi tatanan normal baru di tengah masyarakat.

Hal ini dapat terlihat dari berkerumunnya masyarakat ketika Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jakarta. Selain itu, Tito juga melihat masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker saat CFD.

Tito pun meminta sosialisasi tatanan normal baru di Ibu Kota bisa lebih intens gelar. Ia tak ingin masyarakat salah memaknai penerapan tatanan normal baru di kala pandemi.

“Jangan sampai nanti dengan adanya new normal, semua sudah dianggap selesai. Masalah pandemi selesai dan semua sudah boleh buka,” ujar Tito.

Penghargaan ini merupakan inisiasi Kemendagri bersama Kemendag, Kemenkeu, Kemenkes, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Gugus Tugas Covid-19, dan BNPP. (PUT)

Beasiswa Sobat Bumi Pertamina untuk 1.796 Mahasiswa Berprestasi

Previous article

PT Timah Serahkan 500 Unit Alat Rapid Test di Bangka Belitung

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in News