Headline

Jelang Idul Adha, Muatan Kapal Ternak Pelni Meningkat

0

Jokoway — Menjelang Idul Adha, muatan ternak di KM Camara Nusantara 1, yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, mengalami peningkatan. Hingga pertengahan Juli ini, muatan sapi pada kapal khusus ternak tersebut mencapai 2.968 ekor.

Menurut Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro, dalam empat bulan terakhir di masa pandemi ini, Pelni mencatat distribusi dan kebutuhan hewan ternak masih terus meningkat, terutama menjelang Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

“Pekan kedua Juli ini, KM Camara Nusantara 1 telah membawa 548 ekor sapi menuju Jakarta. Dari jumlah tersebut, 398 ekor sapi dibawa dari Kupang dan 150 ekor dibawa dari Waingapu,” ujar Yahya melalui siaran pers yang dikutip Selasa (14/7).

Pada periode Agustus hingga akhir tahun nanti, manajemen menargetkan KM Camara Nusantara 1 mampu mengangkut hingga 3.850 ekor sapi. Target tersebut naik sebesar 24 persen dari realisasi pada periode sama di tahun lalu, yang hanya mengangkut 2.891 ekor.

“Kami terus berusaha untuk memaksimalkan kapal ini guna memenuhi kebutuhan hewan ternak sapi di Indonesia,” tutur Yahya.

Kapal khusus ternak, KM Camara Nusantara 1, memiliki kapasitas hingga 550 hewan sapi dalam satu kali perjalanan dan melayani trayek Kupang-Waingapu-Tg. Priok-Cirebon-Kupang. Kapal tersebut juga didukung dengan jadwal pelayaran yang tetap dan teratur, sehingga dapat memberikan kepastian waktu bagi para pengguna jasa untuk mempersiapkan dan mengirimkan hewan ternaknya.

Untuk diketahui, pengguna jasa kapal ternak yang dioperasikan Pelni ini adalah BUMN, BUMD, koperasi daerah, serta badan hukum yang telah mendapatkan izin atau rekomendasi dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Daerah asal ternak.

Hadirnya kapal khusus ternak ini turut membantu menjaga kualitas hewan hingga pelabuhan tujuan. Hal tersebut karena kapal telah dirancang dengan memperhatikan prinsip animal welfare yang dapat membantu meminimalkan penyusutan bobot ternak sebesar 8-10 persen serta mengurangi tingkat stres hewan selama masa pelayaran.

Kondisi tersebut berbeda saat hewan ternak diangkut dengan menggunakan kapal kargo. Cara muat dan bongkar hewan ternak ke atas kapal dapat membuat hewan stres dan mempengaruhi bobot hewan hingga lebih dari 13 persen.

Pelni sebagai perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang transportasi laut, hingga saat ini telah mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), di mana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.

Selain itu, Pelni juga mengoperasikan 20 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini Pelni mengoperasikan empat kapal barang, delapan kapal tol laut serta satu kapal khusus ternak. (PUT)

Pejabat Pemerintah di BUMN untuk Jaga Aset Negara

Previous article

Jokowi Mau Produk Lokal, Prabowo Pesan 500 Maung Pindad

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline