HeadlineNews

Jokowi Tetapkan Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Baru

0

Jokoway ― Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru: KEK Singhasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur; KEK Kendal, Jawa Tengah; serta KEK Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Ketiga kawasan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 yang menetapkan KEK Singhasari; PP Nomor 85 Tahun 2019 yang menetapkan KEK Kendal; dan PP Nomor 84 Tahun 2019 yang menetapkan KEK Likupang.

Salinan ketiga PP tersebut secara resmi telah diserahkan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono kepada para bupati dan Badan Usaha Pengusul ketiga KEK tersebut, 6 Januari 2019 silam.

Susiwijono, seperti dikutip dari ekon.go.id mengatakan, pengembangan KEK ini bertujuan untuk meningkatkan investasi, ekspor, substitusi impor, menciptakan lapangan pekerjaan, membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa. Sementara yang disasar adalah industri berdaya saing global, jasa pariwisata bertaraf internasional, jasa pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi digital.

Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 15 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang terdiri dari sembilan KEK Industri dan enam KEK Pariwisata. Dari 15 KEK tersebut, 11 KEK telah beroperasi atau sudah melayani investor.

Pengembangan 15 KEK tersebut telah menghasilkan realisasi investasi hingga Rp 22,2 triliun, dan juga telah berkontribusi pada penciptaan lapangan pekerjaan, yang hingga akhir tahun 2019, realisasi serapan tenaga kerja di KEK mencapai 8.686 pekerja.

Lantas seperti apakah ketiga KEK baru tersebut? Berikut adalah profilnya:

1. KEK Singhasari
Terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, KEK Singhasari disiapkan sebagai pusat pariwisata bertaraf internasional sekaligus pusat industri kreatif atau digital. KEK ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi digital dengan menggandeng beberapa perusahaan teknologi multinasional seperti Amazon, IBM, Apple, dan Google, serta akan bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di dunia.

Adapun target investasi dan penciptaan lapangan kerja di KEK ini adalah: target sumbangan devisa sebesar Rp 23,6 miliar hingga 2030; kemudian sekitar Rp 135,33 miliar kontribusi KEK Singhasari terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Malang di 2030; dan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.863 orang ketika KEK ini optimal beroperasi.

2. KEK Likupang
KEK yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini diusulkan oleh PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD), anak perusahaan Sintesa Group. Di sini akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang.

KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekitar 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023. Di pembangunan tahap pertama akan terdapat resort, area komersial, danau, cultural village, dan ruang terbuka hijau. Total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar.

3. KEK Kendal
KEK yang bertempat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini diusulkan PT Kawasan Industri Kendal (KIK), yang merupakan joint venture antara dua pengembang industri di Asia Tenggara yaitu Sembcorp Development Ltd. dan PT Jababeka Tbk. KEK Kendal akan memiliki luas lahan 1.000 hektare dan disiapkan sebagai KEK yang akan menjawab tantangan yang dihadapi pemerintah terkait defisit neraca ekspor-impor Indonesia. Karena itulah kegiatan utama di KEK ini adalah industri yang berorientasi ekspor dan supply chain, seperti tekstil dan busana, furniture, makanan dan minuman, otomotif dan elektronik.

Untuk target investasi dan penciptaan lapangan kerja dalam lima tahun pertama KEK ini memcapai US$ 5 miliar untuk target investasi langsung luar negeri (FDI); US$ 500 juta untuk target ekspor per tahun; US$ 250 juta target substitusi impor per tahun; dan 20.000 orang diproyeksikan akan bekerja di dalamnya. (MET)

Dentuman Meriam dan Kumandang Indonesia Raya Sambut Jokowi di Uni Emirat Arab

Previous article

Saatnya Pengusaha Muda Naik Kelas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline