News

Kinerja Pupuk Indonesia Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

0

Jokoway — Di tengah pandemi Covid-19, PT Pupuk Indonesia (Persero) masih membukukan kinerja positif sepanjang Januari-Mei 2020. Hal tersebut bisa dilihat dari mekarnya kinerja pendapatan, produksi, hingga penjualan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, sepanjang Januari-Mei lalu, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 32,62 triliun, atau setara 43,2 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 yang mencapai Rp 75,5 triliun. Capaian pendapatan ini meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 30 triliun.

“Kami juga mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 1,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,43 triliun,” kata Aas melalui keterangan tertulis yang dikutip Rabu (22/7).

Pupuk Indonesia melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pusri Palembang, Pupuk Kujang dan Pupuk Iskandar Muda, tetap fokus menjalankan tugas Public Service Obligation (PSO) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi bagi petani guna menjaga produksi pangan nasional.

Hingga saat ini, total distribusi pupuk bersubsidi kepada petani penerima subsidi berdasarkan data e-RDKK telah mencapai sebesar 4.762.673 ton atau setara 59,9 persen dari target RKAP, sementara pupuk non PSO sebesar 2.388.367 ton atau setara 52,2 persen dari target.

Ia menambahkan, sepanjang Januari-Mei lalu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pupuk komersial. Penjualan ini melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton menjadi 2,01 juta ton dibandingkan kurun waktu yang sama di 2019.

Secara pendapatan, penjualan pupuk komersial meningkat 38,35 persen menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 5,45 triliun. Kemudian pendapatan jasa juga meningkat 34,53 persen menjadi Rp 4,13 triliun dari Rp 3,07 triliun.

Adapun dari segi produksi, volume produksi produk pupuk perseroan sepanjang tahun ini tercatat telah mencapai 6.210.818 ton. Angka ini terdiri dari 4.041.093 ton Urea, 1.484.481 ton NPK, 264.864 ton SP-36, 415.820 ton ZA, dan 4.560 ton ZK. Total produksi tersebut setara 52 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini yang sebesar 11.949.500 ton. Angka produksi ini tercatat tumbuh 6,92 persen dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 5.809.063 ton.

“Pertumbuhan tersebut didukung oleh para produsen pupuk yang dapat menjaga keandalan pabrik meski di tengah pandemi, sehingga dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi,” terang Aas.

Selain produk pupuk, perseroan juga membukukan pertumbuhan pada produksi produk non pupuk sebesar 8,85 persen. Volume produksi produk non pupuk ini tercatat sebesar 3.584.117 ton, sementara periode sama di tahun lalu volume produksi non pupuk mencapai 3.292.792 ton.

Di samping itu, Pupuk Indonesia bersama anggota holdingnya mencatatkan total realisasi penyaluran dana pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp 29,07 miliar. Angka tersebut terdiri dari Program Kemitraan untuk UMKM binaan sebesar Rp 17,82 miliar dan Bina Lingkungan sebesar Rp 11,24 miliar.

Selain itu, Pupuk Indonesia Grup juga turut aktif dalam membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 melalui program Corporate Social Responsobility (CSR). Tercatat, sepanjang periode 1 Maret-26 Juni 2020, perseroan telah menyalurkan CSR sebesar Rp 52,78 miliar. Aneka bantuan yang disalurkan itu antara lain bahan pokok, APD, masker, hand sanitizer, disinfektan, thermo gun hingga vitamin. (MEY)

Bantuan Modal Jokowi Bangkitkan 12 Juta Pedagang Kecil

Previous article

Senyum Anak Indonesia, Penyemangat Kerja Presiden Kita

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in News