HeadlineLife

Mengenang Sujiatmi: Perempuan Pengajar Kesederhanaan (1)

0

Jokoway ― Mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit DKT Solo, Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Laweyan, dalam usia 77 tahun, Rabu (25/3) sore kemarin, Sujiatmi Notomiharjo dikenang putra pertamanya, Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok ibu pengajar kesederhanaan.

Mendiang orangtua Jokowi, Wijiatno Notomiharjo dan ibundanya Sujiatmi membesarkan keempat putra-putrinya dalam kesederhanaan. Sebagai seorang ibu, Sujiatmi membiasakan anak-anaknya tetap tegar meski dibelit kemiskinan.

“Kemiskinan mendidik saya dengan baik. Dari lingkungan serba kekurangan itulah saya mempelajari sesuatu yang luar biasa dari orang-orang terpinggirkan,” kata Jokowi dalam buku Menuju Cahaya, karya Alberthiene Endah.

Jokowi mengenang, saat kecil tinggal di rumah bilik di pinggir kali, di daerah Srambatan, pinggiran Solo. Lantaran masih bocah, Jokowi tak terlalu sadar jika orang yang tinggal di bantaran kali adalah cerminan hidup susah, wajah kemiskinan. “Yang saya pikirkan adalah suara air sungai itu sangat menghibur,” kenang Jokowi.

Keluarga Sujiatmi pun kerap berpindah-pindah rumah lantaran tidak mampu membayar kontrakan.

Meski kekurangan, namun Sujiatmi menanamkan kepada anak-anaknya agar terus mengobarkan semangat belajar. Karena, menurut Sujiatmi, melalui pendidikanlah nasib yang buram bisa diubah seperti warna pelangi yang cerah.

Sekolahlah. Belajarlah agar pintar. Nasibmu pasti akan berubah, tidak susah seperti orangtuamu. Kata-kata itu menancap kuat pada labirin batin Jokowi.

Selain melambungkan cita-cita belajar, Sujiatmi juga mengajarkan kejujuran, ketulusan serta keikhlasan dalam menjalani laku kehidupan. “Saya mengajarkan dari dulu itu, anak-anak sudah saya pesan dari kecil, ‘Besok kamu mau jadi apa saja boleh, terserah pilihanmu. Tapi pesan ibu harus jujur, ya. Selalu jujur diingat terus. Orang hidup harus mau bekerja keras, jujur, tulus, dan ikhlas. Nanti di mana-mana kamu pasti enak hidupnya, tidak ada beban, tidak ada apa-apa. Harus terus diingat terus ya sampai tua’,” kata Sujiatmi.

Wejangan itu diikuti Jokowi dengan penuh keyakinan. Ketegaran kedua orangtuanya dalam menjalani sulitnya hidup, benar-benar menjadi inspirasi yang melecut semangat Jokowi.

Mendiang ayah dan ibunya itu dikenang Jokowi sebagai wong cilik yang terus berjuang untuk survive tanpa uluran bantuan siapapun. (MET)

Ibunda Presiden Jokowi Tutup Usia di Solo

Previous article

Mengenang Sujiatmi: Tak Goyah Dihantam Fitnah (2)

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline