HeadlineLife

Mengenang Sujiatmi: Tak Goyah Dihantam Fitnah (2)

0

Jokoway ― Semasa hidupnya, Sujiatmi Notomiharjo tak pernah membayangkan bakal dihantam fitnah nan keji. Ia, misalnya, dituding berasal dari keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, yang paling keji, dibilang bukan ibu kandung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fitnah yang bertebaran itu memang seperti tidak pernah berhenti. Bahkan hingga di akhir hayatnya, fitnah itu masih dihamburkan di media sosial.

Di masa hidupnya, bagaimana Sujiatmi menanggapi serbuan fitnah yang dialamatkan kepadanya, putranya, juga keluarganya? Ia sama sekali tak marah. Tetap tegar dan tenang.

Sujiatmi justru mendoakan orang-orang yang memfitnahnya agar diberi bimbingan dan kesadaran oleh Allah. “Kita doakan saja agar diberi kesadaran, karena kenyataannya memang tidak seperti itu. Keluarga saya tidak ada yang terlibat,” kata Sujiatmi menanggapi fitnah tersebut.

Karya: Motulz

Bila dirunut begini silsilah keluarga Presiden Jokowi.

Lamidi kakek dari ayah Jokowi, Notomiharjo, pernah menjadi Kepala Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, selama 32 tahun.

Sejak tahun 1948, Lamidi merupakan carik atau sekretaris di desa setempat. Namun lantaran dianggap berprestasi, Lamidi pun diangkat menjadi lurah pada 1954. Panggilan kondangnya: Mbah Lurah Dongkol.

Setelah 32 tahun memimpin warga desa, kakek Jokowi meninggal pada 11 November 1986.

Ayah Jokowi, Notomiharjo merupakan anak sulung Lamidi Wiryo Miharjo dan Painem. Anaknya yang lain adalah Wahyono, Mulyono Herlambang, Joko Sudarsono, dan Heru Purnomo.

Sedangkan, kakek dan nenek Jokowi dari garis ibu adalah Wirorejo dan Sani. Mereka berasal dari Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Wirorejo dikaruniai tiga orang anak: Miyono Suryo Sardjono, Sujiatmi (ibunda Jokowi), dan Setiawan Prasetyo.

Kakek Jokowi dari garis ibu, berprofesi sebagai pedagang kayu. Profesi itu pula yang kemudian menurun digeluti sang cucu, Jokowi, sebelum akhirnya hijrah ke panggung politik, yang secara berturut-turut telah mengantarkannya menjadi walikota Solo, gubernur DKI Jakarta dan presiden Indonesia.

Silsilah keluarga Jokowi

Sebelum melangkah ke pelaminan pada 23 Agustus 1953, Notomiharjo dan Sujiatmi sempat berpacaran selama dua tahun. Kala itu usia Sujiatmi baru menginjak 16 tahun, sementara Notomiharjo 19 tahun.

Dua tahun mengarungi bahtera rumah tangga, pasangan muda ini pun dikaruniai anak laki-laki, Joko Widodo (Jokowi), dan tiga adik perempuannya Iit Sriyantini, Idayati, dan Titik Ritawati.

Paman Jokowi, Miyono mengatakan, jika benar keluarga besar Jokowi terindikasi terlibat PKI, seharusnya saat mencalonkan sebagai walikota Surakarta dua kali, sudah mestinya bakal gugur terkena kartu merah. Bahkan, saat kemudian Jokowi mencolankan diri lagi sebagai gubernur DKI Jakarta dan terakhir sebagai presiden Indonesia, tak ada kendala sama sekali.

Ini artinya histeria kebangkitan PKI memang sengaja dimobilisasi untuk menyerang Jokowi, terutama ketika pilpres 2014, dan kembali diulang pada pilpres 2019.

“Kalau mendekati tahun politik muncul fitnah, berita bohong. Dari 2014 ada yang sampaikan, Presiden Jokowi PKI. Ada yang percaya. PKI bubar tahun 1965, saya lahir 1961. Masa ada PKI balita? Yang benar saja. Kadang-kadang ada yang ngawur, tapi ada yang percaya. Jangan seperti itulah,” kata Jokowi, Rabu, 26 September 2018 lalu.

Tatkala Jokowi sedang menghadapi situasi sulit dalam memimpin negeri, Sujiatmi pernah menasihati begini: Urip kuwi kudu diuji. Nek ora ono ujiane, ora menarik. Hidup itu harus diuji. Kalau tidak ada ujiannya, tidak menarik.

Sugeng tindak, Ibu Sujiatmi…(MET)

Mengenang Sujiatmi: Perempuan Pengajar Kesederhanaan (1)

Previous article

Energi Berlipat Ganda Presiden Jokowi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline