HeadlineNews

Menjaga Ketersediaan Beras Nasional Kita

0

Jokoway ― Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya agar menjaga ketersediaan stok pangan menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2020. Selain itu, ia juga meminta agar harga bahan pokok seperti beras, tetap terjangkau oleh masyarakat.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan jika tingkat ketersediaan beras secara nasional aman, dengan tingkat harga yang juga relatif stabil.

Hal tersebut usai diungkapkan Agus usai memantau stok bahan pokok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan PT. Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta, Kamis (16/4) kemarin. “Secara nasional, stok beras saya pastikan cukup untuk kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan Idul Fitri 1441 H, bahkan sampai masa panen mendatang. Aman,” kata Agus.

Tak cuma memastikan ketersediaan komoditas ini aman, namun Agus juga menjamin jika harga beras secara nasional sangat stabil. Sepanjang Maret lalu, Agus menyebutkan harga beras tidak menimbulkan inflasi.

Sebagai gambaran, harga beras medium saat ini rata-rata Rp 10.800/kg. Harga tertinggi beras jenis ini terpantau di Bulungan (Tj. Selor) sebesar Rp 13.429/kg, sedangkan terendah di Jambi Rp 9.000/kg.

Sementara rata-rata harga beras premium tercatat Rp 12.400/kg. Harga tertinggi terjadi di Pekanbaru Rp 14.656/kg, dan terendah di Banda Aceh Rp 10.667/kg.

Stabilnya harga beras ini, tak bisa dilepaskan dari terobosan yang dilakukan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Ia membuat kebijakan memotong mata rantai distribusi beras agar bisa cepat tersalurkan. Selain itu, harga beras juga dibuat agar tetap terjangkau masyarakat sehingga tidak terjadi inflasi pada komoditas ini. Caranya, tidak menaikkan harga eceran tertinggi (HET) bagi konsumen akhir tetapi dengan menaikkan harga pembelian pemerintah di tingkat petani.

Dengan cara ini di bagian hulu akan terjadi peningkatan kesejahteraan, sementara di hilir harga tetap anteng.

Melalui Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian untuk Gabah atau Beras, Kemendag menetapkan Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp 4.200/kg dan di tingkat penggilingan Rp 4.250/kg, sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat Penggilingan Rp 5.250/kg dan di Gudang Bulog Rp 5.300/kg. Adapun untuk beras harga pembelian pemerintah di gudang Bulog sebesar Rp 8.300/kg.

Kendati saat ini di sejumlah wilayah Indonesia juga tengah menjalankan implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melawan Covid-19, Agus meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, “Pasokan bahan pangan tetap melimpah, masyarakat tetap bisa sangat mudah membeli bahan pokok,” ungkapnya.

Menurut Mendag, stok beras nasional untuk menghadapi puasa dan Lebaran saat ini tersedia sebanyak 3,38 juta ton. Bila dirinci, beras di Perum Bulog tersedia sebesar 1,42 juta ton, stok di penggilingan 1,2 juta ton, stok di pedagang 728 ribu ton, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 28.431 ton, dan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan BKP 2.939 ton.

Stok tersebut masih ditambah lagi dengan pasokan musim panen secara berkesinambungan hingga Agustus mendatang, sehingga akan terdapat tambahan sebesar 19,8 juta ton. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementan dan pelaku usaha beras. Saat ini di seluruh sentra produksi beras memasuki masa panen raya sehingga diperkirakan ada tambahan produksi mulai Maret hingga Agustus 2020 sebesar 19,8 juta ton. Dengan demikian, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta ton per bulan,” tuturnya.

Agus juga optimis stok dan produksi beras akan mencukupi kebutuhan nasional hingga akhir Desember mendatang. (MET)

Tiga Langkah Mitigasi pada Sektor Pariwisata

Previous article

Mewujudkan Mimpi Jokowi Membangun Pasar Rakyat Indonesia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline