HeadlineAnalisis

Mewujudkan Mimpi Jokowi Membangun Pasar Rakyat Indonesia

0

Jokoway ― Usai dilantik menjadi presiden periode pertama 2014 lalu, Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program pembangunan/revitalisasi 5.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Selama 2014-2019, pasar-pasar rakyat tersebut harus bisa berdiri di sekujur wilayah Nusantara.

Melalui salah satu program yang ia tuangkan dalam Nawacita tersebut, Jokowi menginginkan pasar bisa membuat denyut nadi kehidupan rakyat kian berdenyut kencang.

Kala itu target pembangunan/revitalisasi diprioritaskan pada pasar yang telah berumur lebih dari 25 tahun, pasar yang mengalami bencana kebakaran, rusak pasca bencana alam, atau remuk karena konflik sosial.

Di samping itu, pasar juga ditargetkan untuk dibangun di daerah tertinggal, perbatasan, atau daerah yang minim sarana perdagangannya, serta daerah yang memiliki potensi perdagangan besar.

Kini Jokowi telah terpilih kembali menjadi presiden untuk periode 2019-2024. Apa kabar program pembangunan/revitalisasi pasar rakyat tersebut?

Ternyata tak hanya 5.000 pasar yang berhasil diselesaikan. Hingga kini target tersebut justru terwujud hingga 5.287 unit pasar rakyat.

Melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), Presiden Jokowi melakukan program revitalisasi pasar rakyat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pembangunan ribuan pasar itu dianggarkan melalui dana alokasi khusus dan tugas pembantuan.

Oleh Kementerian Perdagangan, konsep pembangunan/revitalisasi pasar rakyat diwujudkan tidak hanya melakukan pembenahan bangunan fisik semata, tetapi juga nonfisik yang terkait dengan pengelolaan pasar dan integrasi dengan sektor-sektor lain.

Pembenahan secara fisik tetap dilakukan dengan target meningkatkan citra dan menghapus kesan buruk terhadap pasar rakyat yang dianggap kumuh, becek, dan kotor menjadi bersih dan nyaman tatkala dikunjungi. Selain itu, revitalisasi nonfisik juga dilakukan secara simultan dengan menjalankan revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial.

Revitalisasi manajemen antara lain dilakukan dengan melakukan pembenahan yang mencakup tata cara penempatan pedagang, pembiayaan/permodalan, dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pasar. Adapun revitalisasi ekonomi dilakukan dengan cara pembenahan untuk meningkatkan pendapatan pedagang dan mengakomodasi kegiatan ekonomi formal dan informal di pasar rakyat.

Sedangkan revitalisasi sosial budaya adalah melakukan pembenahan dengan menciptakan lingkungan pasar yang menarik, berdampak positif, dan dapat meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial warga.

Untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian suatu daerah, Kemendag juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat.

Selain itu, pasar rakyat saat ini sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjadi rujukan bagi pengelola pasar dalam mengelola dan memberdayakan komunitas pasar secara optimal dan profesional. Melalui SNI diharapkan dapat menjadi rujukan agar pasar rakyat dapat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal.

Selain itu, melalui Kemendag, Jokowi juga menggulirkan program pemberdayaan pasar rakyat seperti pemberian pelatihan pengelola pasar rakyat, focus group discussion (FGD) seputar SNI pasar rakyat dan SOP pengelolaan pasar rakyat, penyediaan sekolah pasar untuk para pedagang, aktivasi pasar rakyat, pendampingan dan sertifikasi SNI pasar rakyat, serta pemberian penghargaan kepada pengelola pasar rakyat yang berprestasi.

Menurut Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pasar rakyat selain menjadi simbol kekuatan ekonomi lokal, juga memberikan kontribusi terhadap perkonomian daerah, meningkatkan kesempatan kerja maupun berwirausaha bagi masyarakat. “Melalui pasar rakyat yang dikelola secara modern, pelaku usaha mikro dan menengah bisa semakin berdaya,” tuturnya. (MET)

Menjaga Ketersediaan Beras Nasional Kita

Previous article

Ratas Mitigasi Dampak Covid-19, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline