HeadlineNews

Pekan Kebudayaan Nasional: Merayakan Warna-Warni Keberagaman Indonesia

0

Jokoway ― Sebagai penggemar fanatik Didi Kempot, Slamet, 45 tahun, bersiap meramaikan ajang Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, (10/10) ini. Bersama kawan-kawannya, ia akan mengikuti konser penyanyi berjuluk The Godfather of Brokenheart yang akan tampil nanti malam.

Didi Kempot yang memiliki banyak penggemar― yang tergabung dalam komunitas #SobatAmbyar―menjadi salah satu bintang yang bakal memancarkan kemeriahan PKN 2019.

Tak hanya Didi, panitia juga menampilkan sederet seniman kenamaan Tanah Air pada tiga panggung pertunjukan PKN, seperti Rahayu Supanggah, Ki Manteb Sudharsono, Barasuara, Navicula, Ras Muhamad, Maliq & D’Essentials, Fourtwnty, Danilla Riyadi, serta Naura. Mereka tampil secara bergantian mulai Senin (7/10) hingga Minggu (13/10) mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan, PKN merupakan perwujudan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. PKN, sebut Muhadjir, juga menjadi wadah untuk memfasilitasi ruang ekspresi keberagaman budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan Indonesia yang inklusif.

PKN yang akan digelar saban tahun ini, lanjut dia, akan terus dikembangkan menjadi ajang berskala internasional yang dapat dimasukkan ke dalam kalender event tahunan. “PKN akan menjadi event internasional dan akan terus dipromosikan menjadi bagian wisata budaya,” terang Muhadjir, melalui siaran pers yang diterima Jokoway.com.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid menerangkan, konsep PKN ini dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga ke pusat. Dengan demikian PKN mampu menjelma menjadi representasi daerah-daerah atas kekayaan kebudayaan mereka masing-masing. “Dengan kebudayaan diharapkan ada pola interaksi yang lebih fleksibel dan leluasa dengan basis kebersamaan, bukan persaingan. Ini adalah platform dengan tujuan memajukan kebudayaan Indonesia bahagia,” jelas Fay, panggilan akrab Hilmar.

Pekan Kebudayaan Nasional yang pertama kali digelar tahun ini mengusung tema: Ruang Bersama Indonesia Bahagia. Tema ini mengacu pada stanza kedua Lagu Indonesia Raya “Marilah Kita Mendoá Indonesia Bahagia”.

Untuk diketahui, terdapat lima aktivitas utama yang dapat diikuti dan dinikmati oleh publik secara gratis di sini.

Pertama, pasanggiri atau kompetisi permainan rakyat berbasis obyek pemajuan kebudayaan. Permainan yang dilombakan dari tingkat desa hingga pusat adalah gobak sodor, terompah panjang, egrang, dan lari balok. Selain dikompetisikan, PKN juga menghadirkan Kampung Permainan Rakyat yang sederhana. Di sini tidak memerlukan peralatan, fasilitas, atau logistik yang rumit.

Kedua, pameran kekayaan Budaya 34 provinsi, wastra Nusantara, warisan budaya takbenda, warisan dunia, kultur perkayuan, capaian pemajuan kebudayaan, desa percontohan pemajuan kebudayaan, seni rupa, dan lain sebagainya. Berbagai artefak-artefak kebudayaan, purwarupa teknologi pemajuan kebudayaan hasil inovasi dari Kemah Budaya Kaum Muda, serta karya-karya unggulan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah ditampilkan untuk publik.

Ketiga, sawala wicara atau konferensi yang membahas berbagai isu, mulai dari pengetahuan tradisional, florikultura, ekonomi budaya, asal-usul DNA, ekologi, etno astronomi, etno botani, hingga ketahanan pangan. Konferensi ini menjadi ruang pencerahan publik yang bertujuan untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan.

Keempat, pagelaran karya budaya utusan 34 provinsi serta kultur urban. Di sini berbagai seniman digandeng untuk memeriahkan panggung pertunjukan, di antaranya, ya tadi itu, Rahayu Supanggah, Ki Manteb Sudharsono, Didi Kempot, Maliq & D’Essentials, dan lain-lain.

Kelima, pawai budaya bertajuk “Parade Digdaya Nusantara” yang diikuti 10.000 orang dengan 200 penari Indonesia Permai dan pertunjukan Suara Anak Bangsa dan Rampak Nusantara dari 640 peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

Selain itu, pengunjung PKN juga dapat menikmati 50 menu kuliner khas Nusantara.

Berdasarkan data yang dilansir panitia, setidaknya terdapat 245 kegiatan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional. Juga terdapat empat kompetisi permainan tradisional, enam kompetisi karya budaya, 27 konferensi kebudayaan, 120 pertunjukan, 17 pameran budaya, 10 lokakarya warisan budaya, 50 ragam kuliner tradisional, dan sebuah pawai budaya yang akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2019 mendatang.

Dijelaskan Fay, keseluruhan rangkaian kegiatan ini dibangun atas dasar gotong-royong dengan para pemangku kepentingan, para pelaku dan pegiat budaya, serta berbagai unsur kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah.

Penyelanggaraan PKN ini merupakan salah satu resolusi yang dihasilkan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 lalu, yang turut dihadiri Presiden Jokowi. (SAM)

Jokowi: Dikritik, Dengarkan, Kerjakan

Previous article

Berkat Palapa Ring, Internet di Papua Kian Berkecepatan Tinggi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline