AnalisisHeadline

Peran Pemerintahan Jokowi Menyelamatkan WNI dari Kasus Hukum di Luar Negeri

0

Jokoway – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang sebelumnya dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/3) siang lalu. Setelah bertemu sekitar 15 menit, kepada wartawan Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena Siti Aisyah terbebas dari ancaman hukuman yang sangat berat.

Kini ia pun sudah bisa berkumpul kembali bersama keluarga, bapak, ibu, dan kakaknya.

Kasus Aisyah bermula saat ia dan seorang warga Vietnam, Doan Thi Huong, diadili atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam dengan mengoleskan cairan kimia saraf VX ke tubuh dan wajah Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 silam.

Jokowi menyampaikan, pemerintah Indonesia bersyukur setelah Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, membebaskannya usai jaksa menarik tuntutan terhadap Aisyah. Keduanya telah membantah dan mengatakan mereka hanya diajak seseorang untuk tampil di acara reality show di bandara Kuala Lumpur.

Dalam acara itu keduanya diminta mengoleskan cairan yang mereka tidak ketahui ke wajah Kim Jong Nam. Hanya beberapa menit kemudian, Kim Jong Nam tewas akibat cairan yang belakangan diketahui sebagai racun saraf VX.

Aisyah kemudian diadili di Malaysia, dan ternyata tidak terbukti terlibat dalam pembunuhan yang terjadi sekitar dua tahun silam tersebut.

Jokowi menjelaskan, bebasnya Siti Aisyah merupakan hasil dari proses pendampingan hukum dari pemerintah yang sangat panjang, lama, dan terus-menerus. Pemerintah, antara lain, menyewa pengacara yang dilakukan sejak Siti ditangkap di Malaysia. “Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya,” tegasnya.

Secara resmi, lanjut Jokowi, pemerintah yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menyerahkan Siti Aisyah kepada keluarganya. “Saya ucapkan selamat berkumpul untuk Siti Aisyah dengan keluarga besarnya,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berpesan agar untuk sementara waktu, Siti Aisyah di rumah terlebih dahulu sampai nantinya agak tenang dan bisa merencanakan kehidupannya kembali.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sementara Siti Aisyah datang ke Istana Merdeka dengan didampingi kedua orangtua dan kakaknya.

Sebagaimana diketahui Siti Aisyah telah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Malaysia dari dakwaan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Jaksa Penuntut Umum pada Mahkamah Tinggi Selangor, Darul Ehsan, Malaysia, Muhammad Iskandar bin Ahmad, menarik dakwaan terhadap Siti Aisyah, dari persidangan yang sudah berlangsung sejak 1 Maret 2017 lalu.

Perlu diketahui, banyak buruh migran asal Indonesia yang bekerja di luar negeri yang bermasalah dengan hukum dan tidak sedikit yang terancam hukuman berat seperti hukuman mati di luar negeri.
Pemerintah di bawah pemerintahan Jokowi telah menyelamatkan 278 warga negara Indonesia dari ancaman hukuman mati selama empat tahun terakhir.

Data pembebasan ratusan WNI dari hukuman mati itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam paparan empat prioritas diplomasi, yaitu kedaulatan NKRI, perlindungan WNI di luar negeri, diplomasi ekonomi, dan peran Indonesia di kawasan dan global, 10 Januari 2019 lalu.

Retno mengatakan pemerintah membangun sistem perlindungan melalui Portal Peduli WNI yang diterapkan serentak di seluruh perwakilan Indonesia per Januari 2019. Portal Peduli WNI merupakan platform tunggal dan terintegrasi untuk pelayanan dan perlindungan WNI.

Portal Peduli WNI, kata Retno, menjadi etalase Indonesia dalam perlindungan WNI di luar negeri. Portal ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Luar Negeri dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Ditjen Dukcapil Kemendagri, dan BNP2TKI.

Selama empat tahun periode kepemimpinan Presiden Jokowi, Retno mengatakan ada 278 warga negara Indonesia yang bebas dari ancaman hukuman mati. Selama periode itu, terdapat pula 73.503 kasus telah diselesaikan.

Kementerian Luar Negeri, ujar Retno, juga telah merepatriasi 181.942 WNI/TKI bermasalah (termasuk overstayers); sebanyak 16.432 WNI telah dievakuasi dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia; 37 WNI yang disandera di Filipina dan Somalia telah dibebaskan.

Awal 2019, tiga orang sandera di Kongo juga dapat dibebaskan, sehingga total sandera yang sudah dibebaskan adalah 40 orang. “Dan lebih dari Rp 574 miliar, hak finansial WNI/TKI di luar negeri berhasil dikembalikan,” kata Retno. (ANS)

Ditanya Cita-citanya Apa, Siswa Ini Menjawab Ingin Jokowi Menang Pilpres

Sebelumnya

Jokowi Sering Beli Ikan hingga Sayuran Tiap Blusukan, Untuk Apa Ya?

Selanjutnya

Tulisan lainnya

Komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tema lainnya: Analisis