News

Petrokima Gresik Ekspor 9.000 Kg Kapur Pertanian ke Brunai Darussalam

0

Jokoway ― PT Petrokimia Gresik melakukan ekspor perdana 9.000 kg Kapur Pertanian (Kaptan) Kebomas ke Brunai Darussalam. Akan dimanfaatkan untuk menetralkan pH tanah gambut, ekspor tersebut dilakukan melalui CV Ahimsa Bangkit Utama (ABU), salah distributor produk komersial Petrokimia Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menjelaskan, ekspor ini dilakukan untuk memenuhi program intensifikasi budidaya tanaman padi di Brunai Darussalam dengan potensi lahan seluas 200 hektare.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh negara. Karena itulah pemenuhan ketahanan pangan secara mandiri menjadi prioritas setiap negara, mengingat negara pengekspor hasil pertanian akan membatasi suplainya.

“Untuk itu, program intensifikasi pertanian menjadi strategi paling memungkinkan yang saat ini ditempuh oleh sejumlah negara untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah pandemi,” ujar Rahmad melalui keterangan pers, Jumat (17/7).

Asal tahu saja, Brunai Darussalam adalah negara di pantai utara Kalimantan yang sebagian wilayahnya memiliki tanah gambut, yang memiliki sifat masam (pH rendah).

Tanah masam inilah yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan unsur hara di dalam tanah sehingga produktivitas pertanian menjadi terganggu.

“Pengaplikasian Kaptan Kebomas dan pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas di lahan-lahan gambut tersebut,” terangnya.

Kaptan Kebomas merupakan salah satu produk komersial andalan Petrokimia Gresik. Memiliki kandungan kapur atau kalsium karbonat (CaCO3) yang cukup tinggi yakni 85 persen, membuat produk ini tidak hanya menetralkan pH tanah pada lahan pertanian padi, tapi juga mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara.

Selain itu juga bisa menetralisir senyawa beracun, baik organik maupun non-anorganik, meningkatkan populasi dan aktivitas mikroorganisme tanah.

“Kaptan Kebomas juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas pada tanaman lain, budidaya tambak, serta budidaya ikan dan udang ” ujar Rahmad.

Ia pun menegaskan Petrokimia Gresik akan terus memperkuat penetrasi pasar global dengan produk-produk andalan. Ekspor juga menjadi kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, serta membuat neraca perdagangan tetap surplus.

“Ekspor ini sekaligus menjawab tantangan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa perusahaan negara harus bertransformasi menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing di pasar global,” kata Rahmad.

Sementara Martin Purnama Sidi, Direktur Utama CV ABU mengaku memilih mengekspor Kaptan Kebomas karena didukung corporate image yang kuat dari Petrokimia Gresik. Ia pun yakin produk ini akan diterima dengan mudah oleh pasar internasional. (GIT)

Kementerian BUMN-Kemenlu Wujudkan BUMN Go Global

Previous article

Telkomsel Luncurkan Bantuan Kuota Terjangkau bagi Perguruan Tinggi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in News