AnalisisHeadline

Prabowo Capres Berkarakter ‘Sumbu Pendek’?

0

Jokoway – Ada sebutan menggelitik bagi orang-orang bertemperamental tinggi atau mudah marah, yakni: manusia sumbu pendek. Ciri-cirinya, emosi tidak stabil dan cenderung meledak-ledak. Hal kecil saja bisa memicu kemarahannya, tidak peduli kapan, di mana, dan dengan siapa.

Lalu mengapa disebut manusia sumbu pendek? Istilah ‘sumbu’ jelas merujuk pada petasan dan dinamit. Berapa lama petasan atau dinamit akan meledak, itu tergantung panjang-pendek sumbu. Kalau sumbunya pendek, disulut sedikit langsung ‘darrr..!’ Cepat sekali meledak. Mirip manusia bertemperamental tinggi, sedikit saja terusik langsung gebrak meja.

Nah, karena sebentar lagi Pilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019, bicara karakter calon presiden (capres) bertemperamental tinggi atau mudah marah menjadi penting. Sebab ini menyangkut karakter pemimpin Indonesia masa depan. Kebetulan pada pilpres nanti cuma ada dua capres: Joko Widodo nomor urut 01 dan Prabowo Subianto nomor urut 02. Amati dua calon ini, kira-kira siapa paling patut dipilih menurut Anda jika mempertimbangkan karakternya.

Ada analisis menarik dari Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk soal perangai Jokowi dan Prabowo ini. Beberapa waktu lalu ia mengatakan kalau Prabowo ternyata dinilai lebih emosional dibanding Joko Widodo. Penilaian itu diberikan oleh sejumlah psikolog dan merujuk pada survei kepribadian Jokowi dan Prabowo pada 2014 lalu.

Hamdi Muluk menjelaskan, jika diukur dengan angka 1-10, poin untuk stabilitas emosi Prabowo berada pada angka 5,16. Adapun Jokowi 7,60 dalam hal ketenangan dalam menghadapi persoalan berat. Analisis ini agaknya terkonfirmasi dengan sejumlah peristiwa politik akhir-akhir ini yang menyeret nama Jokowi dan Prabowo.

Jokowi misalnya, terlihat lebih selow ketika menghadapi segala persoalan. Karakter mantan gubernur DKI Jakarta ini memang kalem, tidak meledak-ledak. Ia cenderung senang bercanda, supel dan akrab dengan siapa saja. Karakter Jokowi seperti menjadi antitesa karakter Prabowo yang dikenal bertemperamental tinggi, meledak-ledak saat berpidato.

Prabowo bahkan beberapa kali marah-marah di atas podium. Paling baru–videonya sempat viral di media sosial–saat Ia kampanye terbuka di Yogyakarta. Prabowo sampai mengebrag-gebrag podium saat berpidato. Dalam kampanye sebelumnya, di Cianjur, hal yang mirip juga dilakukan.

Menurut Hamdi Muluk, karakteristik tempramental dan agresif tidak sulit disembunyikan. Untuk kasus Prabowo, Ia melanjutkan, bisa dilihat dari kasus Ratna Sarumpaet. Kemampuan Prabowo mengontrol emosi dalam kasus tersebut terlihat sangat rendah sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang blunder.

“Hasil kajian tentang karakteristik Prabowo itu dia memang lebih tempramental. Nah, terbukti misalnya dalam kasus Ratna kan grasak-grusuk, itu fatal loh sebenarnya. Untungnya, polisi bertindak cepat,” kata Hamdi, dikutip dari Jawapos.com, Rabu 10 April 2019.

Contoh lain ketika Prabowo memarahi audien yang hadir dalam debat yang diselenggarakan KPU. Saat itu ada suara orang tertawa ketika Prabowo bicara soal kondisi TNI yang lemah. Sontak saja, reaksi berlebihan Prabowo itu memicu reaksi Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli. Ia menilai Prabowo gampang stres. Sehingga emosinya labil dan suka marah-marah.

“Penyebab Prabowo stres karena survei dia masih nggak naik-naik, masih ada jarak 20 persen antara Prabowo dan Jokowi, ini yang bikin Prabowo stres dan melampiaskan kemarahannya pada wartawan,” kata Guntur seperti dikutip dari suara.com.

Jokowi Kampanye di Karawang

Previous article

Babak Demi Babak Sandi-wara Uno

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Analisis