HeadlineNews

Prabowo-Sandi Harus Bertanggung Jawab

0

Jokoway — Sebenarnya cukup mudah menghentikan semua aksi kerusuhan yang berlangsung sejak 22 Mei dini hari. Caranya, Prabowo-Sandi turun ke jalan untuk meminta massa pendukungnya menenangkan diri.

Tinggal turun, kasih wejangan ala pemimpin bijaksana, pasti massanya langsung woles seketika. Api emosi padam, hati dan pikiran bisa kembali fitrahnya.

Tetapi kenyataannya, Prabowo-Sandi dan segenap anggota BPN lainnya bungkam, terkesan membiarkan seluruh aksi ini terjadi. Bahkan, Neno Warisman tertangkap kamera sedang nobar aksi kerusuhan dari salah satu hotel berbintang di bilangan Thamrin, Jakarta. Nyaman bisa sambil makan takjil, ya.

Sayang, jiwa ksatria dari seorang pemimpin benar-benar sudah luntur dari dalam diri Prabowo-Sandi. Mungkin benar kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Ada setan gundul yang kasih pengaruh buruk ke Prabowo. Bikin lupa daratan, kalau dirinya justru yang dirugikan dari semua ini.

Dari Selasa (21/5) siang hingga pukul 21.00, kelompok massa pertama berunjuk rasa dengan rapi. Tiba-tiba setelah pukul 23.00 kondisi berubah 180 derajat.

Rusuh dari depan kantor Bawaslu sampai Tanah Abang. Kondisi makin kacau karena gempuran hoaks yang gencar disembur. Anggota Brimob orang Tiongkok, polisi main asal hajar, dan masih banyak lagi.

Apalagi, polisi sudah menemukan fakta bahwa massa pelaku kerusuhan menerima uang jutaan rupiah dari pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai dan tentram di ibu kota republik ini.

Lalu, siapa yang dirugikan dari semua ini? Selain rakyat Indonesia yang menginginkan ketenangan dan kedamaian, Prabowo-Sandi juga rugi. Citranya sebagai seorang pemimpin tercoreng.

Ulama pendukung Prabowo-Sandi seperti AA Gym, UAS, Adi Hidayat, dan masih banyak lagi sebenarnya juga bisa menyerukan kepada para simpatisan 02 untuk bersikap dewasa dan menahan diri.

Seruannya disampaikan lebih serius dan gencar, misalnya lewat syiar di ba’da ashar. Jadi benar-benar masuk ke pikiran dan sanubari mereka.

Jangan lupa sekarang masih bulan puasa, di mana umat muslim diminta bisa menahan diri dari segala macam godaan setan, termasuk setan gundul. (*)

Jangan Termakan Hoaks, Ini Kronologi Ricuh di Jakarta

Sebelumnya

Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi Menyikapi Perkembangan Politik dan Keamanan Nasional

Selanjutnya

Tulisan lainnya

Komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tema lainnya: Headline