HeadlineLife

Seni Ilustrasi Penebar Semangat Ketika Indonesia Hadapi Pandemi Korona

0

Jokoway ― Ada banyak desain, poster serta ilustrasi keren yang viral di media sosial tatkala virus Covid-19 disebutkan pemerintah telah masuk ke Indonesia, awal Maret ini.

Melalui karya seni itu, para seniman pembuatnya sengaja ingin menebarkan semangat solidaritas: ayo lawan wabah ini secara bersama-sama!

Seruan mereka pun nyaring bergema di ruang-ruang publik. Salah jika masih menganggap pandemi ini semata-mata menjadi tugas para tenaga medis, pemerintah atau aparat keamanan semata. Dengan saling menguatkan, wabah korona bisa ditanggulangi bersama.

Karya: Hari Prast

Mari kita tengok karya Hari Prast atau Hari Merdeka, yang diluncurkan Senin (23/3) kemarin. Melalui gambar yang memerlihatkan para tenaga medis yang tengah berjuang di garis depan menangani pasien Covid-19, ia hendak mengabarkan jika tak ada kata gentar dalam menghadapi pagebluk ini.

Terlihat 14 orang tenaga medis dalam ilustrasi ini. Ada dua orang yang tampak kelelahan, itu wajar. Namun di antara para tenaga medis yang terlihat sedang membopong pasien, ada satu orang yang mengibarkan bendera Merah Putih.

Sungguh heroik.

“Terima kasih para pejuang di garis depan,” tulis Hari pada akun Facebooknya saat mengunggah gambar tersebut.

Karya: Hari Prast

Karya: Hari Prast

Tak hanya itu. Hari juga membuat ilustrasi lain dengan menampilkan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan seperti R.A Kartini, Bung Tomo, Tan Malaka, hingga Soekarno.

Melalui para tokoh tersebut, Hari membawa pesan untuk melakukan social distancing. Tetap jaga jarak, lakukan kerja dari rumah, serta terus jaga kebersihan dan kesehatan.

Presiden pertama Indonesia, Soekarno digambarkan sedang mengangkat tangan kanan, sambil menutup mulut dan hidungnya dengan lengan kiri. “Jangan sekali-kali bersin dan batuk sembarangan,” begitu ia memberi pesan.

Karya: Hari Prast

Karya: Hari Prast

Ada pula gambar pejuang emansipasi perempuan R.A Kartini yang sedang memegang botol hand sanitizer. “Habis pegang-pegang terbitlah cuci tangan,” tulis Hari.

Tentu kita tahu belaka kalimat itu adalah pelesetan judul buku kumpulan surat yang ditulis Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Gambar ilustrasi penebar pesan optimis juga dibuat Motulz Anto. Melalui karya yang didominasi nuansa biru dan hitam itu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga diri dengan berada di dalam rumah.

“Biar kami yang tetap berjaga di luar. Tapi mohon, kalian tetap berlindung di dalam rumah,” tulis Motulz dalam salah satu ilustrasi yang menampilkan seorang petugas dengan emblem Merah Putih di bahu kanannya.

Karya: Motulz

Karya: Motulz

Pada karyanya yang lain, Motulz juga mengingatkan masyarakat untuk beribadah di dalam rumah. Menuliskan kalimat “Yakinlah Tuhan selalu bersama kita”, ia juga menegaskan pesan saat ini Indonesia sedang berjuang melawan Covid-19.

Selain itu, Motulz juga membuat poster yang mencantumkan hotline serta nomor WhatsApp yang bisa dihubungi warga masyarakat, terkait dengan merebaknya virus ini.

Karya: Motulz

Karya: Motulz

Karya: Motulz

Karya-karya Motulz ini menyebar viral bukan kepalang di media sosial seperti Twitter, Facebook, WhatsApp, juga Instagram. Ia pun memersilakan gambar dan poster karyanya ini digunakan untuk apa saja, oleh siapa saja.

“Silakan gunakan asal ingatkan teman & rekan2 kalian utk diam di rumah ya. Ikuti info pemerintah,” katanya melalui akun Twitter, @motulz.

Melalui karya-karyanya, Hari, Motulz serta para seniman Indonesia lainnya turut berjuang menebarkan energi positif kepada bangsa ini.

Hal inilah yang mampu membuat kita yakin―dengan berjuang bersama dan saling menguatkan satu sama lain―Indonesia akan mampu melewati pandemi ini. (MET)

Pernyataan Terbaru Jokowi tentang Ketersediaan Obat Korona, Duka Cita hingga Insentif Tenaga Medis

Previous article

Jokowi Siapkan Sembilan Langkah Mitigasi Dampak Ekonomi Pandemi Korona

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline