News

Soal Kondisi Ekonomi yang Dituduhkan

0
Jokoway – Banyak opini yang berkembang terkait kondisi perekonomian khususnya tentang nilai tukar Rupiah (Rp) terhadap Dollar AS (USD) diakhir bulan Agustus 2018 ini.
Spekulasi dan opini berkembang dengan berbagai macam analisa, ada yang menyebut pemerintah gagal mengendalikan stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dollar, bahkan disebutkan kondisi saat ini mirip kondisi perekonomian tahun 1998.
Perekonomian Indonesia dibawah kendali Presiden Jokowi disebut oleh yang katanya pengamat memburuj, utang makin banyak dan tuduhan minor lainnya. Sebenarnya seperti apa sih faktanya?
Ekonomi kita disebut hancur, faktanya pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB dalam %) di semester 1 tahun 2018 adalah sebesar 5.17%. Jika dibandingkan tahun 1998 -13,1%.
Tingkat inflasi di bulan Januari hingga Agustus 2019 adalah 2,1% , bandingkan dengan tahun 1998 sebesar 58,5%. Lalu berapa cadangan devisa hingga bulan Juli 2018? adalah sebesar 118,3 miliar US$, tahun 2008 sebesar 51,6 miliar US$ dan di tahun 1998 22,9 US%.
Jika bicara tentang besaran hutang saat ini dibandingkan periode kepemimpinan presiden sebelumnya adalah, tahun 1998 hutang pemerintah terhadap PDB sebesar 74,1%, tahun 2008 sebesar 33,0% sedangkan saat ini tahun 2018 adalah 29,74%, besar mana jumlah hutangnya?
Adapun peringkat hutang Indonesia di tahun 2018 adalah level layak investasi atau investment grade, lebel ini bisa dicapai karena pemerintahan Presiden Jokowi memiliki hutang relatif redah serta kinerja fiskal dan tingkat hutang luar negeri yang moderat dan juga rasio utang pemerintah tergadap PDB untuk beberapa tahun kedepan diproyeksikan stabil.
Peringkat hutang Indonesia tahun 2018 ini jelas sangat baik dibandingkan dengan peringkat hutang Indonesia di tahun 2008 adalah junk (peringkat di bawah layak investasi juga berarti spekulatif dan kualitasnya jelek). Sedangkan Peringkat hutang Indonesia tahun 1998 selective default (terancam gagal membayar hutang).
Tidak perlu panik dengan desas-desus soal kondisi perekomian saat ini, yang perlu dilakukan masyarakat adalah terus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada pemerintah.[wOw]

Jokowi Penggemar Motor Sejati

Previous article

Surat Utang Luar Negeri Indonesia Berstatus Investment Grade

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in News