Headline

Transisi Normal Baru Gerakkan Ekonomi Indonesia

0

Jokoway ― Penerapan kebijakan transisi menuju tatanan normal baru di berbagai sektor, mulai menampakkan hasil positif bagi ekonomi Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, beberapa sektor yang sebelumnya terdampak pandemi Covid-19 kini mulai tampak bergerak.

“Akibat pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor mengalami penurunan yang dalam. Namun antara Mei ke Juni lalu, sudah mulai ada pergerakan ke atas,” terang Airlangga.

Beberapa sektor yang menurutnya mulai menunjukkan pergerakan pada bulan lalu, antara lain sektor bahan bangunan dan besi konstruksi, jasa keuangan, teknologi informasi, permesinan, alat berat, pertambangan migas, packaging, serta pembangkit energi dan listrik.

Beberapa sektor tertentu kinerjanya tidak terpengaruh, bahkan justru meningkat, seperti rokok dan tembakau, makanan pokok, batubara, farmasi dan alat kesehatan, serta minyak nabati/hewani.

“Di tengah pandemi Covid-19, sektor makanan pokok masih bisa tumbuh 13 persen, batu bara 36 persen, farmasi dan alat kesehatan 13 persen, kemudian minyak nabati/hewani 25 persen. Ini adalah sektor-sektor yang dapat membuat Indonesia melalukan recovery lebih cepat,” kata Airlangga.

Airlangga bilang, saat ini seluruh negara ASEAN telah menyepkati pentingnya upaya mendorong kenormalan baru, serta pemulihan dan reset ekonomi.

Berbagai negara juga bersepakat vaksin untuk Covid-19 merupakan public goods. Artinya, nanti vaksin jangan sampai mengenakan Intelectual Property Rights, melainkan diharapkan tersedia untuk kemanusiaan.

Adapun tiga program dan kebijakan di bidang perekonomian yang ditempuh pemerintah adalah program pemulihan ekonomi nasional (PEN); program exit strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan kenormalan baru; serta reset dan transformasi ekonomi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi. (PUT)

100 Tahun ITB Mewarnai Sejarah Indonesia

Previous article

Cara Indonesia Keluar dari Negara Berpendapatan Menengah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Headline